Kamis, 27 September 2012

Aku dan Kuliahku...

Saya mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2007, sekarang menjadi mahasiswa tingkat akhir. Ini detik-detik perjuangan skripsi saya. Sungguh semua karena anugerah Tuhan, yang memampukan saya untuk menyelesaikannya.

Sebenarnya masa saya kuliah itu sangat cepat. Dalam waktu 3 tahun, saya bisa menghabiskan semua mata kuliah dengan nilai yang cukup baik. Karena nilai yang baik dan prestasi berorganisasi inilah, saya terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang diberi beasiswa oleh pihak kampus.

Ada banyak hal yang baik, yang sudah saya lakukan untuk kampus, teman-teman, serta keluarga saya. Bukan suatu kebetulan saya super sibuk saat masa perkuliahan. Saya pernah mendapat kepercayaan menjadi ketua UKM Seni, Presiden BEM, aktif dalam UKM keagamaan, Himpunan Mahasiswa TI, UKM Desain, dan menjadi ketua serta koordinator acara dalam suatu event tertentu.

Kalau diperhatikan, kuliah saya adalah sebuah ANUGERAH, mengapa demikian?
Jujur, saya bukan berasal dari keluarga yang berada, namun kedua orang tua saya berusaha untuk membuat saya sampai menjadi sarjana.
Maklum mungkin karena anak pertama. Hehe.
Kami hanya membayar satu semester saja, dan sisanya adalah beasiswa dari kampus. Menurut saya, tidak ada yang perlu disombongkan, karena semua adalah pemberian Tuhan melalui wadah beasiswa.

Namun, karena saya terlalu "asik" dengan apa yang sudah saya dapat. Ternyata saya melakukan kesalahan yang besar. Saya menjadi seorang yang tidak punya target atau dengan kata lain, saya selalu menunda-nunda setiap laporan yang seharusnya dibuat tepat waktu.

Contohnya adalah, pada saat saya melakukan penelitian dan praktek kerja lapangan di sebuah BUMN di Indonesia. Sebut saja bunga.
Selama kurang lebih 2 bulan, saya menjalankan syarat untuk skripsi, yaitu Praktek Kerja Lapangan. Tugas saya disana tidak terlalu banyak, paling hanya menunggu beberapa komputer yang harus diperbaiki, dan beberapa gangguan jaringan yang terjadi. Saya PKL tahun 2009, dan setelah PKL saya memutuskan untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan industri kelapa sawit.

Saat melamar pekerjaanpun, saya rasakan betapa Tuhan sungguh baik. Saya diberi kesempatan bekerja di bidang yang bukan menjadi bidang saya. Saya menjadi accounting. Saya benar - benar tidak paham sama sekali tentang keuangan. Karena latar belakang pendidikan yang tidak sesuai. Tapi saya menikmatinya.

Setahun saya bekerja diperusahaan tersebut, tiba-tiba, saya teringat dengan laporan praktek kerja lapangan yang belum saya buat. Akhirnya saya memutuskan untuk menyusun laporan tersebut.

Saya melakukan bimbingan di awal tahun 2011. Bayangkan saja, saat surat keputusan (SK) keluar, pembimbing saya masih punya satu anak dan saat bimbingan, Ibu itu sedang hamil dan saat sidang, saya harus ganti pembimbing karena pembimbing saya harus melalui proses persalinan.
Alhasil Mei 2011 saya melakukan sidang PKL.

Sidang berjalan dengan lancar, tak ada kendala, program lancar dan presentasi pun baik. Namun ada beberapa revisi pada Bab landasan teori, flowchart, dan pembuatan form laporan per periode. Dasar si tukang menunda-nunda pekerjaan, akhirnya revisi itupun tidak langsung saya kerjakan.

Dan pada bulan Mei 2012, dengan segala keyakinan, saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya di kantor tersebut. Dengan alasan, saya harus kejar skripsi saya.
Bagaimana mau mengerjakan skripsi, kalau laporan PKL tidak dicetak?

Bulan Mei saya resign, dan...
Bukannya langsung revisi, eh, tidak ada satupun tindakan untuk menyelesaikan laporan tersebut.
Akhirnya ditunda lagi.

Ditengah-tengah kejadian tersebut, saya mendapat masalah yang kecil, namun menjadi besar. Saya menghadapi konflik kesalahpahaman dengan sahabat saya. Yang semula hubungan kami baik, namun menjadi renggang karena sahabat saya tidak bisa menerima apa yang menjadi "kekuarangan" saya. Tidak usah diperjelas yah masalahnya. Hehe.

Sampai di suatu saat, sahabat saya ini membaca buku 5cm yang bertemakan persahabatan dan bagaimana manusia harus menerima manusia yang lain apa adanya.
Akhirnya awal bulan September kami kembali rujuk dan dia mengingatkan saya untuk kembali ingat akan revisi.

"Kapan kamu mau revisi!?", tanya sahabat saya.
Saya langsung menjawab, "Besok!"

Tanpa ada persiapan, keesokan harinya saya memperbaiki semua revisi laporan PKL yang ada.
Inget loh, masih PKL!  hahaha.

Singkat cerita, 18 September 2012, saya menemui penguji saya dan membawa berkas revisi tersebut.
Dan ternyata, langsung acc cetak.
Saya bahagia sekali, lalu saya urus semua pencetakan yang ada, dan akhirnya saya sudah menyelesaikan laporan pkl saya.

Tiba saatnya saya mengajukan judul skripsi.

Jujur, semenjak saya bekerja di bagian accounting, ingatan saya tentang komputer berkurang. Materi yang saya pelajari dulu, berbeda dengan materi yang saya pelajari sekarang. Akhirnya saya harus belajar lagi materi dan harus memperbaharui pengetahuan tentang teknologi.

"Sistem Pemahaman Bahasa Natural"
Inilah judul yang saya ambil untuk skripsi nanti.
Sungguh judul yang saya pun tidak mengerti maksud dan tujuannya.

Lagi-lagi saya berdoa dan selalu berdoa. Saya sangat berharap Tuhan membuka jalan untuk saya. SK bimbingan judul keluar pada keesokan harinya. Jadi ingat saja tanggal 19 September.

Saya baru tahu, ternyata prosedur untuk sidang pengajuan judul, harus satu bulan setelah SK. Dan antara Sidang Proposal dengan skripsi minimal satu bulan.

Jadi, sidang proposal 19 Oktober, sedangkan skripsi 19 November.
Nah, ini target saya. Ini doa saya.

Pada saat saya mengunjungi ruang ketua jurusan.
Di papan tulis tertulis :
Yudisium 3 tanggal 7 November 2012
Wisuda tanggal 27 November 2012

Sungguh perkiraan tanggal yang kurang pas.
Saya tidak bisa memajukan jadwal sidang saya, dikarenakan SK Saya. Tidak keburu jika harus ikut yudisium 3. Hati saya sedih, hati saya menyesal.
Saya baru berfikir, kenapa dari dulu saya tidak mentargetkan masa kuliah saya ini. Mengapa saya bermalas-malasan? Mengapa saya menunda-nunda pekerjaan?

Namanya juga manusia, penyesalan itu selalu datang terlambat. Nah disini kita belajar, sekecil apapun tugas kita, ayo jangan menunda-nunda pekerjaan. Kita harus sadar bahwa waktu ini singkat. Waktu ini terbatas.

So, jangan sia-siakan waktumu. Berkaryalah untuk jadi berguna untuk lingkungan dan untuk Tuhan.

Nah ini yang menjadi doa saya dan teman-teman saya, semoga Yudisium 3 digabung debgan Wisuda. Aminnnnn... Pasti keburu..

Nah alasan saya berbagi di blog ini adalah, saya mohon dukungan doa dari pembaca sekalian.

Memang saya menyesal, memang saya bersedih, tapi saya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan saya. Yang saya percayai, DOA dapat mengubahkan sesuatu yang mustahil menjadi nyata. Dan saya percaya ada kemurahan dan mujizat pada tanggal yudisium 3 tersebut.

Orang yang sakit akan berdoa minta kesembuhan.
Orang yang punya masalah akan berdoa agar ada jalan keluar.
Orang yang berbeban berat akan memohon supaya diangkat beban nya.

Dan aku hanya percaya, bahwa Tuhan akan menjadi penolong yang setia bagi kita.

Untuk itu, saya tidak pernah takut akan masa depan, karena rancangan Tuhan adalah rancangan DAMAI SEJAHTERA. TUHAN BERKATI..

Whatsapp 089679000366